Minggu, 10 Desember 2017

IAD/IBD by Ina


Gamelan Madura


Madura memiliki beraneka ragam kekayaan budaya. Salah satunya ialah gamelan. Gamelan merupakan ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong[1]. Bertempat di kediaman bapak Elliyanto, di desa Rombasan kecamatan Pragaan kabupaten Sumenep, kebudayaan ini masih ada dan berkembang. Ditengah merosotnya antusiasme masyarakat terhadap kebudayaan setempat, beliau tetap kukuh mempertahankan dan melestarikan budaya tersebut. Tentu hal ini patut dicontoh dan diapresiasi agar kita dapat memupuk rasa cinta yang besar terhadap berbagai macam budaya warisan Nusantara.
Gamelan Madura adalah pungutan dari gamelan Jawa,  dan merupakan karya ciptaan bangsawan keraton yang memiliki hubungan kekerabatan dengan bangsawan Jawa. Hubungan keraton Sumenep (dan juga keraton Bangkalan) dengan keraton Solo (terutama zaman Mataram) sangat memungkinkan masuknya jenis kesenian sepeti : gamelan, tembang macapatan, wayang topeng, bahkan hingga tayuban. Namun, ketika keraton “kosong” (kaum bangsawan menyingkir ke desa-desa akibat politik islamisasi yang mengakibatkan runtuhnya pengaruh bangsawan di mata rakyat), maka kesenian itu justru lebih berkembang di desa-desa meskipun telah mengalami berbagai transformasi[2].
Para niyaga gamelan Sumenep menilai kualitas gamelan Jawa adalah yang terbaik, akan tetapi dianggap tidak tahan terhadap variasi suhu kelembapan udara malam (peka terhadap suhu). Oleh karena itu, meraka lebih memilih gamelan berbahan logam campuran yang lebih stabil stemnya terhadap suhu. Karena pada umumnya mereka tampil secara outdoor sepanjang malam dan dalam cuaca berangin[3].


[1] HsfBot, “Gamelan”, Wikipedia, diakses dari https://id.m.wikipedia.org/wiki/Gamelan, pada tanggal 3 Desember 2017 pukul 11.10.
[2] Zoelkarnain Mistortoify, “Budaya Musik Daerah Etnis Madura”, Wordpress, diakses dari https://etnomusikologisolo.wordpress.com/2010/04/06/budaya-musik-daerah-etnis-madura/, pada tanggal 3 Desember 2017 pukul 05.33.
[3] Ibid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar